Pagi yang Dingin

Pagi itu dingin. Awan mendung menghalangi cahaya matahari menyinari dunia pada pagi itu.

Anak perempuan yang memakai jaket cukup tebal itu keluar dari mobil. Nafasnya tersengal-sengal tidak beraturan. Muka dan hidungnya memerah. Sekilas terlihat uap putih yang keluar dari mulutnya.

Dia berjalan menjauhi mobil yang barusan ditumpanginya. Pepohonan sudah menggugurkan daunnya. Mungkin tinggal menunggu salju turun.

Nafas anak itu makin sesak. Rambutnya yang diurai agar tidak kedinginan itu tertiup angin yang berhembus. Anak itupun berjalan dengan cepat, seraya mencari orang yang dikenalnya.

Sampai di perempatan, ia berpapasan dengan teman dekatnya. Ia bertatapan dengan temannya.

Ia bertanya, “…ada minyak angin nggak?!”

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.